Renungan Spiritual Parenting

RENUNGAN SPIRITUAL PARENTING

MENATA NIAT SEBAGAI ORANGTUA

 


Dalam buku SPIRITUAL PARENTING (Urusan Anak Japri Allah), terdapat point-point penting dalam menata niat sebagai orangtua,apa sajakah point-point tersebut :

  • JAGALAH TAUHID, ALLAH AKAN MENJAGA KELUARGA KITA
  • JAGALAH ORANGTUA, ALLAH AKAN MENJAGA ANAK KITA
  • JAGALAH PERNIKAHAN, ALLAH AKAN MENJAGA BUAH PERNIKAHAN KITA
  • JAGALAH HARTA, ALLAH AKAN MENJAGA SELURUH KETURUNAN KITA
  • JAGALAH AGAMA, ALLAH AKAN MENJAGA PUTRA-PUTRI KITA
Pada artikel sebelumnya kami sudah menjelaskan point pertama yaitu JAGALAH TAUHID, ALLAH AKAN MENJAGA KELUARGA KITA. Sekarang kita akan membahas point kedua JAGALAH ORANGTUA, ALLAH AKAN MENJAGA ANAK KITA.

Maksudnya apa? salah satu contoh kasus seorang ibu berkonsultasi tentang anak remajanya. Dia ceritakan kepada saya bahwa anaknya suka keluar malam, suka membantah, dan suka melanggar aturan. Sang ibu semakin stres ketika sang nenek yang tinggal serumah dengannya juga selalu mengingatkan, menekan bahkan memarahi sang ibu yang dianggap tidak becus mengurus anak, Sang ibu marah, karena merasa telah melakukan apa yang dia bisa dan apa yang menurutnya benar. Sang ibu datang ketempat konsultasi berharap emndapatkan solusi untuk menemukan cara berbicara dengan ibundanya, sebagai pembenaran bahwa caranya mendidik anak sudah benar dan neneknyalah yang berlebihan.


Beberapa pendekatan psikologi remaja telah dilakukan sang ibu, secara teoritis sudah sesuai dengan saran-saran pendekatan psikologis yang optimal. Namun anaknya tak juga berubah. Dalam kondisi seperti ini, saya ambil pilihan untuk menyarankan sang ibu menggunakan pendekatan yang lain. Ibu bagaimana ibu fokus pada komunikasi dengan neneknya yang tinggal serumah itu? Sepertinya itulah sumber rasa tertekan ibu. Cobalah berkomunikasi baik-baik agar suasana rumah lebih nyaman. Siapa tahu kalau nenek tidak marah-marah lagi anda jadi tidak tertekan lagi, sehingga putra ibu bisa lebih nyaman di rumah dan nanti akhirnya jadi gampang diatur.

Sang ibu langsung bederai air mata dan mengatakan bahwa sejak dulu dia tidak pernah akur dengan ibundanya. Dia hanya dekat dengan ayahnya yang memanjakannya, bahkan setelah sang ayah meningga pun ia tak juga bia dekat dengan ibundanya. Sejak masih remaja sampai dewasa selalu saja cekcok dengan ibu untuk persoalan kecil maupun besar,  bahkan ketika dia menihkapun, ibundanya tidak sreg. Maka ketika akhirnya dia bercerai, ibundanya hanya bisamengingatkan ulang nasihatnya dulu yang diabaikan tentang cara memilih suami.


"Jika saya disuruh memperbaiki komunikasi dengan ibu,itu sangatlah sulit. Saya terlanjur menjadi anakbadung buat ibu,semua yang saya lakukan salah di mata ibu. SUSAH!"
"Ibu harus coba dulu! ini semua berkaitan," saya coba meyakinan.



Sungguh ini berkaitan. Masih Banyak kasus yang serupa saya jumpai, bahwa begitu banya keuarga-keluarga yang memiliki anak-anak bermasalah ternyata sang ayah-ibu juga bermasaah dengan orangtua mereka. Saya kira ini adalah hukum unik, mari sebut saja THE LAW OF PARENT. 

"Bahwa jika kita ingin anak-anak kita bisa menurut dan bisa di atur, maka kita harus terlebih dahulu berbakti pada orangtua kita."


"Anak-anak yang menyejukan hati orangtua hanya akan lahir dari keluarga-keluarga yang berbakti pada orangtua"


Tentu saja berbakti dengan sebenar-benarnya tidak sekedar terbebas dari masalah atau konflik dengan orangtua dan mertua, tetapi juga menjalankan kewajiban berbakti dengan sepenuhnya. Mulai dari memberi nafkah, Merawat ketika sakit, mengunjunginya jika jauh, berkata manis ( bahkan tidak boleh bilang ah kepada orangtua), bweprasangka baik, dan juga selalu mendoakan.


Sudahkan kita berbakti pada mereka ? Sudahkah kita jadi penyejuk hati orangtua kita? jika belum, maka maklumilah jika tumbuh kembang anak-anak kita belum optimal.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua aminn...

Rumanos Management



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Renungan Spiritual Parenting"