SPIRITUAL PARENTING,AQIDAH IBADAH DAN AKHLAQ DALAM KARAKTER
perintahkanlah anakmu untuk shalat saat umurnya 7 tahun. Tuntunan Rasulullah saw. ini sudah masyhur kita ketahui dan ternyata tidak sedikit dari kita sudah mengajari anak untuk shalat lebih dini,ada yang mulai dari 3 tahun, 4 tahun atau 5 tahun. Tapi masih banyak juga yang baru memulai 7 tahun.
Tapi anehnya, di masjid-masjid,masih banyak saya temui anak SD yang berumur 10 tahun, bahkan anak SMP atau SMA masih saja bergurau ketika shalat. Menggoda teman ketika shalat atau berbisik-bisik dalam shalat. Banyak juga anak-anak yang diingatkan shalat dirumah, bersegera shalat secepat kilat, namun nampak jelas bagi kita itulah kegiatan untuk menggugurkan kewajiban saja. kita telah menyuruh anak kita shalat sejak kecil tapi sepertinya saat anak sudah remajapun, kita harus berteriak agar mereka segera ambil wudhu.
ANAK DI PERINTAHKAN UNTUK SHALAT, TAPI TIDK DIAJAK UNTUK PERCAYA KEPADA ALLAH ITU ADA UNTUK MENGAWASI SHALAT KITA
Ada apakah gerangan, kita sudah membiasakan anak untuk shalat sejak kecil tapi shalat itu belum juga muncul. Apalagi kebutuhan untuk shaat,haruskah kebutuhan ibadah itu baru muncul saat anak dewasa? bukankah ketika baligh mereka sudah dibebani dosa?
Beberapa praktisi islam menyatakan bahwa hal ini terjadi karena kita terlewat untuk melakukan pendidikan aqidah pada anak,anak disuruh shalat tapi tidak dibangun keimanannya erlebih dahulu. Bahkan kita menghukum anak yang sulit shalatnya, tapi kita tidak pernah diskusi tentang bagaimana kita arus takut kepada Allah sebagai pencipta kita.Sehingga shalat bagi anak-anak kita adalah rangkaian gerakan fisik, bukan gerakan hati, dan belum menjadi gerakan karena iman.
MEMANG KITA HARUS YAKIN,SEMUA ANAK KITA DIBEKALI FITRAH KEYAKINAN PADA ALLAH YANG ESA ITU ADALAH KEBENARAN DALAM AL-QURAN.
TAPI KITA SEBAGAI ORANGTUA PERLU UNTUK MENUMBUHKAN BIBIT FITRAH TADI KARENA JIKAT TIDAK DIBANTU TUMBUH DENGAN BAIK, BIBIT ITU AKAN TERKUBUR.
Sebagaimana paparan tadi, tidak cukup menumbuhkan keimanan anak kita dengan membiasakannya ibadah saja. Kita harus melakukan strategi khusus untuk menumbuhkan keimanan anak kita. Mulai dengan teladan,kita harus mempertontonkan keimanan kita didepan anak kita, dengan sabarnya kita sebagai orangtua, dengan istiqhomahnya kita beribadah, dengan khusuknya shalat kita, dan termasuk segala sikap dan tutur kata kita yang beradab dan berakhlak didepan anak,laku kita harus sempatkan berdialog menghadirkan kosakata Allah dalam setiap pristiwa kehidupan yang kita lalui bersama anak.
Tulisan ini hanya sekilas dari isi Buku Urusan Anak Japri Allah
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua amin.


0 Response to "MENGELOLA PENDIDIKAN AQIDAH IBADAH DAN AKHLAQ"
Post a Comment