TIPS KOMUNIKASI YANG BAIK KE ANAK DALAM PENDIDIKAN SHALAT

SPIRITUAL PARENTING SURABAYA JAPRI KE ALLAH DENGAN SHALATMU DAN TIPS KOMUNIKASI YANG BAIK KE ANAK DALAM PENDIDIKAN SHALAT








parentingsurabaya,pendidikan,sholat,agama,spiritual,anak,orangtua


Bayangkan anak kita yang usianya 4 tahun, sudah lari-lari shalat shalat, padahal baru 1 rakaat, selesai shalat, kita ingatkan dia, ia balik bertanya, Umi, buat apa sih shalat? Kita mau jawab apa? ketika anak kita yang SD suka menunda-nunda shalat, lalu kita ingatkan. lalu dia bertanya "Yang penting aku shalatkan, kenapa harus shalat tepat waktu?" lalu kita mau jawab apa?

KOMUNIKASI PENDIDIKAN SHALAT SANGATLAH PENTING. KETIKA ANAK BERTANYA, MAKA JAWABA ATAS PERTANYAAN ITU TENTUNYA AKAN TURUT MEMPENGARUHI CARA BERPIKIR ANAK. 

Ketika anak kita yang SMP, masih harus diingatkan untuk shalat, karena belum juga punya kesadaran sendiri lalu kita coba menasihatinya, dan dia berkomentar,"mama itu ngomeli aku soal shalat dari kecil, nggak bosan? anak begini akan dijawab apa?

Ketika mereka tidak bertanya pin kita harus menjelaskan apa itu shalat sebagai upaya membangun persepsi anak tentang shalat. Sebagaimana semua perilaku baik yang lain, perilaku shalat pun butuh alasan untuk dialkukan. Bagi kita orang dewasa, tentu saja kita tahu bahwa dasar dari shalat adalah iman. iman adalah dasar aqidah yang perlu dibangun dulu sebelum pelaksanaan ibadah. Ketika iman sudah ada, ketika aqidah terbangun, seorang muallaf pin bisa dengan menjalankan ibadah baru dengan senang hati dan mudah. Lalu bagaimana dengan anak-anak?
 
  • Komunikasi pendidikan shalat seblum anak usia 7 tahun
Pada suatu hari saya berdialog dengan anak-anak di masjid, anak yang sudah SD dengan bangga dan lantang menjawab " shalat adalah ibadah dengan serangkaian gerakan yangdimulai dan takbir dan diakhiri salam"inilah jawaban tekstual versi anak. allau seorang anak usia 4 tahun bernama Uwais berujar

"Kalau kata umiku, shalat itu doa. kalau kita shalat, kita berdoa kepada Allah."

Sebuah ide yang luarbiasa untuk membangun persepsi anak usia dini dan cara berfikir masih konkret. Tananmkanlah persepsi bahwa shalat adalah doa. Maka kalau shalat kita harus tenang. Nggak boleh jalan-jalan, nggak boleh teriak-teriak kan kita mau berdoa kepada Allah.

Jangan kaget kalau suatu saat anak akan bertanya Bunda aku lho sudah shalat aku sudah berdia minta sepeda, kok Allah nggak kasih ya? Berhati-hati saat memberi jawaban. karena sebenarnya ini lebih mengarah kepada dialog iman ketika nuansa utama harus diabngun adalah optimisme sebagai pendidikan iman yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya. sebagai orang beriman, harus yain doa dikabulkan 
  • Komunikasi pendidikan shalat anak usia 7 tahun keatas
Membangun persepsi tentunya harus sesuai dengan usia anak, Ketika anak-anak mulai beranjak SD, ada dialog baru yang perlu kita jalankan. Maka dialog kita dengan anak perlu mebgarah pada nilai bahwa didalam shalat itu ada pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan ketaatan tertinggi kepada Allah beserta Rasulnya.Secara khusus pada shalat berjamaah, kita harus taat kepada pimpinan dan aturan shalat. Kita harus yakin bahwa jika anak tuntatas shalatnya maka nilai-nilai kehidupan di atas tentu dapat diterapkan anak dalm kehidupan sehari-sehari.

Pendidikan shalat, anak akan memahami fungsi shalat itu mengandung pengendalian diri yang tinggi dan akan membentuk kesabaran. contoh komunikasi kepada anak 

" Mas Shalat ini adalah cara Allah untuk mendidik kita disiplin,makanya kita harus shalat tepat waktu. Allah sayang sama kita, Allah ingin kita jadi baik." 

SAAT ANAK BERUSIA 7 TAHUN KEATAS, KITA MEMANG SEDANG BERJUANG MEMBANGUN DISIPLIN DAN PENEGAK ATURAN. 

Orangtua bisa menciptakan kreasi dialog sesuai kebutuhan keluarga masing-masing.

  • Komunikasi pendidikan shalat anak usia 10 tahun keatas
 Ketika anak-anak sudah baligh atau pascabaligh, saat tanggung jawab dan pahala sudah mereka tanggung sendiri. Maka materi dialog kita tentunya akan bergeser.

BAHWA KITA PERLU MENANMKAN DISIPLIN SHALAT SEBAGI BAGIAN DARI KEBUTUHAN HIDUP ANAK SENDIRI. 


"kak mama mengingatkan kamu shalat, ini sebagai pelaksanaan kewajibabn sesama muslim. shalat ini sebenarnya sudah jadi urusan kamu sendiri dengan Allah." 

"Mas, Kamu kan sudah tahu yang paling kuasa itu Allah dan dalam hidup ini yang bisa memberi kamu pertolongan juga cuman Allah. Kamu mau minta tolong siapa lagi kalau ada masalah. kalau nggak lewat shalatmu yang baik?"

"Mbak, Abi ini sayang kamu. Tapi abi kan tidak bisa terus menjagamu. Nanti saat kamu,jauh sekolah,kuliah, atau suatu saat abi tidak ada lagi. Abi yakin Allah selalu menjagamu, makanya terus dekat sama Allah ya. Jaga shalatmu." 

Orangtua bisa melakukan modifikasi sendiri cara penyampaiannya. Komunikasi pendidikan shalat ini tentunya akan lebih luar biasa jika penanaman persepsi tidak disampaikan dalam bentuk nasehat satu arah, tapi dialog atau tanya jawab dua arah.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "TIPS KOMUNIKASI YANG BAIK KE ANAK DALAM PENDIDIKAN SHALAT"

Dwinando said...

Mendengar kutipan dari bpk rumanos membuat saya teringat lagi dengan masa" saat kecil saat kita di ingatkan terus untuk menunaikan solat lima waktu,, tapi terkadang setiap orang tua tidak tau cara pendekatan kepada anak untuk membimbing anak untuk melaksanakan solat lima waktu tepat waktu,, tapi saya setuju dengan buku karangan dari rumanos ini,, karena ini sangat mendidik untuk para orang tua untuk mendidik anak melaksanakan solat lima waktu dengan pendekatan yang baik.