SABAR,PENDIDIKAN KEIMANAN SELALU BUTUH PROSES SPIRITUAL PARENTING
Dalam proses pendidikan keimanan dan Spiritual memang butuh kesabaran extra,keihklasan,karena memang yang dibutuhkan anak-anak kita itu adalah prosessnya.
Ipit ipit ipit,anak kecil berlari mengejar panggilan shalat berjamaah di mushollah. Sambil membenahi sarungnya yang masih kedodoran, air bekas wudhunya di muka dan di tangan, sembari diciprat-cipratkan ke teman-temannya yang sudah shalat duluan.sambil agak cekikikan, sang anak belum juga memulai takbiratul ihramnnya,padahal jelas sudah ketinggalan satu rakaat.belum lagi cekikiannya cukup menganggu kekhusyukan jamaah dewasa. dan uniknnya ternyata anak-anak sudah tau sampai mana bacaan dari sang imam. jika sudah mendekati bacaan terakhir dari ayat tersebut, barulah ia membaca takbiratul ihram.Kemudian anak-anak kecil tersebut mengikuti shalat dan dilanjutkan menggenapkan kekurangan rakaatnnya secepat kilat.WUS!
Sabar ayah, Sabar bunda, tidak ada yang perlu dipersalahkan, bahkan generasi diatas kita yang memang memahami tentang tantangan untuk mengajak anak ke masjid untuk mau belajar mengaji di TPQ dan shalat berjamaah. Mereka asyik mengumandangkan azan dan shalawat. Diantara kesenangan anak-anak untuk menonton film,dan bermain game di gaget,Para tetua itu harus kita diajak mengerti. Bahwa anak kecil yang mau kemasjid sadar dengan waktu shalat dan kumandang azan di zaman NOW harusnnya diapresiasi.Dipuji,anak-anak yang sudah aneh di zaman yang seperti ini.
Karena bukankah anak-anak yang menunda mainannya sejenak untuk memenuhi panggilan allah itu suaru yang luar biasa? Anak mampu menahan keinginannya, yang sementara bagi anak-anak lain yang tidak dibiasakan itu ada sangat-sangat susah? mungkin awalnnya main-main. Cengengesan waktu shalat,senggol-sengolan dlsb, tap bukannya ini proses?
Dulu waktu kita kecil juga begitu? Anak anak kita berproses. orang dewasa orangtua menjadi bagian dari proses itu lantas menasehati."Nak kalau shalat itu menghadap Allah. Masak waktu menghadap Allah kita guyon? masak waktu menghadap penguasa jagat alat semesta kita malah main-main? ini lebih baik ketimbang kita melototi meneriaki dan membuat takut anak-anak yang bermain-main di masjid,Semuanya butuh proses panjang dan tidak instan.
Rasulpun telah mencontohkan, Beliau tidak marah tidak membentak saat cucu beliau Hasan dan Husen sedang menaiki pundak beliau saat beliau sujud. Justru beliau menuggu sangat lama hingga mereka turun, Sampai-sampai sahabt nabi yang menjadi makmum bertanya-tanya ada apa gerangan dengan Rasulullah?
Dan ternyata, Rasulullah saw. hanya ingin supaya cucunya beliau merasakan nyaman,nikmat asyik bermain sampai puas. itu terjadi ketika shalat.Rasul jadi teladan kita untuk mencapai kekhusyukan. Yakni khusyuk itu adalah kondisi ketika hati,pikiran,bacaan terpusat pada Allah SWT walaupun tidak dinafikan suara, Gerakan orang dan benda disekeliliung kita sangat menganggu kita.
semoga kita terus bersabar dengan proses anak-anak kita aminnn..



0 Response to "SPIRITUAL PARENTING KESABARAN DALAM PENDIDIKAN KEIMANAN"
Post a Comment